← Beranda WeBOS ยท Simulasi Ekstraksi DNA
KASUS #WB-2026-07 ยท BELUM TERPECAHKAN

Simulasi Ekstraksi DNA

Sebuah sampel biologis ditemukan di lokasi kejadian. Sebelum bisa dianalisis dan dicocokkan dengan tersangka, DNA di dalamnya harus diekstraksi dengan prosedur yang benar, karena satu kesalahan kecil dapat membuat seluruh kasus gagal di pengadilan.

๐Ÿงซ 6 Tahapan Prosedur ๐Ÿ•ต๏ธ Mode Investigasi ๐Ÿ“ก Offline Ready
๐ŸŽฏ

Tujuan Pembelajaran Simulasi Ini

  • Mengenal alat dan bahan yang diperlukan dalam proses ekstraksi DNA
  • Mempelajari setiap tahapan ekstraksi DNA secara berurutan dan benar

Panggilan Pertama

Ilustrasi tim forensik memeriksa TKP
๐Ÿ“ TKP ยท Rekonstruksi Investigasi

Tim forensik memeriksa lokasi kejadian. Barang bukti bernomor (1, 2, 3) didokumentasikan sebelum sampel darah pelaku diambil dari tubuh korban yang tertutup kain untuk dipersiapkan ke tahap ekstraksi DNA.

Tim identifikasi forensik dipanggil ke lokasi setelah ditemukan indikasi tindak kriminal. Di antara barang bukti yang dikumpulkan, seorang penyidik menemukan noda darah manusia pada tubuh korban yang berpotensi menjadi kunci untuk mengungkap identitas pelaku.

๐Ÿงฌ
Barang Bukti #A-07: Sampel biologis (darah) diamankan dalam wadah steril untuk dibawa ke laboratorium.

Namun sampel mentah ini belum bisa langsung dianalisis. DNA yang masih terkurung di dalam sel dan bercampur dengan protein, lemak, serta kotoran lain harus dipisahkan lebih dulu melalui proses yang disebut ekstraksi DNA.

Mengapa Ekstraksi Harus Tepat?

Ekstraksi DNA adalah tahapan paling menentukan dalam seluruh rangkaian investigasi forensik. Jika DNA rusak, terkontaminasi, atau jumlahnya tidak cukup akibat kesalahan prosedur, seluruh analisis berikutnya, termasuk pencocokan profil DNA di pengadilan, bisa runtuh.

โš ๏ธ
Risiko: Kontaminasi silang, degradasi DNA akibat suhu tidak tepat, atau kesalahan urutan reagen dapat membuat bukti tidak sah digunakan secara hukum.

Sebagai analis forensik pemula, tugas Anda sekarang adalah menjalankan prosedur ekstraksi DNA dari sampel ini, langkah demi langkah, tanpa melewatkan satu pun tahapan.

๐Ÿงฌ Prosedur Baku ยท 6 Tahapan

Tahapan Ekstraksi DNA

Ekstraksi DNA dilakukan melalui enam tahapan berurutan. Pahami definisi dan poin penting tiap tahapan berikut sebelum mempraktikkannya di Virtual Laboratory.

1

Tahap Pemisahan Sel Sumber DNA

Sampel darah disentrifugasi untuk memisahkan sel darah putih (leukosit), yaitu sel berinti yang mengandung DNA, dari sel darah merah dan plasma.

Poin penting: Sel darah merah manusia tidak berinti sehingga tidak mengandung DNA. Hanya sel berinti yang diproses ke tahap berikutnya.
2

Tahap Lisis Sel

Penambahan bufer lisis, SDS (surfaktan), dan enzim Proteinase K, lalu diinkubasi pada suhu 56ยฐC sehingga dinding dan membran sel pecah dan DNA terbebas dari inti.

Poin penting: Proteinase K memecah hampir semua jenis protein, termasuk protein histon yang menempel pada DNA.
3

Tahap Pemurnian DNA

Larutan fenol-kloroform ditambahkan lalu disentrifugasi sehingga campuran terpisah menjadi dua fase: fase atas berisi DNA terlarut dalam air, fase bawah berisi protein dan lipid.

Poin penting: DNA bersifat polar sehingga tertinggal di fase air (atas); protein dan lipid tersisih ke fase organik (bawah) dan dibuang.
4

Tahap Presipitasi DNA

Etanol dingin dan natrium asetat ditambahkan ke fase berisi DNA. DNA yang semula larut akan mengendap membentuk benang-benang putih halus.

Poin penting: Inilah satu-satunya tahap di mana DNA dapat dilihat langsung dengan mata telanjang, berupa benang putih tipis dalam larutan.
5

Tahap Pencucian DNA

Endapan DNA dicuci menggunakan etanol 70% untuk menghilangkan sisa garam dan kontaminan kimia, kemudian dikeringkan sebentar agar etanol menguap sempurna.

Poin penting: Sisa garam dan etanol yang tertinggal dapat mengganggu tahap analisis berikutnya seperti PCR.
6

Tahap Pelarutan DNA

DNA murni dilarutkan kembali dalam bufer TE (Tris-EDTA) agar stabil dan tidak terdegradasi, sehingga siap digunakan untuk analisis lanjutan.

Poin penting: Bufer TE bersifat basa ringan (pH ~8) dan menjaga DNA tetap stabil bertahun-tahun bila disimpan pada suhu -20ยฐC.
๐Ÿงช Virtual Laboratory ยท Praktik Mandiri

Laboratorium Virtual Ekstraksi DNA

Praktikkan keenam tahapan ekstraksi DNA secara mandiri. Pilih alat dan reagen, kerjakan tiap tahap sesuai urutan yang benar, lalu amati hasilnya secara langsung.

๐Ÿ’ก Gunakan mode layar penuh agar tampilan lab lebih leluasa.
โ†— Buka di Tab Baru
๐Ÿ“ก

Virtual Laboratory Belum Tersimpan

Buka aplikasi sekali saat online sampai konten offline selesai dipasang, lalu tekan Muat Ulang.

๐ŸŽ‰

Ringkasan Kasus

Setelah keenam tahapan dijalankan dengan benar, DNA berhasil diekstraksi. Sampel kini siap digunakan untuk analisis lebih lanjut, seperti profiling DNA, PCR, atau pencocokan dengan basis data forensik.

1
Pemisahan Sel Sumber DNA

Sel darah putih berinti dipisahkan melalui sentrifugasi

2
Lisis Sel

Dinding dan membran sel dipecah, DNA dibebaskan

3
Pemurnian DNA

DNA dipisahkan dari protein dan lipid

4
Presipitasi DNA

DNA mengendap menjadi benang yang terlihat

5
Pencucian DNA

Sisa garam dan reagen kimia dibersihkan

6
Pelarutan DNA

DNA dilarutkan dalam bufer TE, siap dianalisis